Selasa, 19 Mei 2009

Strengthen Relationships
Hindari kebiasaan SOK (salahkan Omeli Kritik).
Mengkritik orang lain tidak saja menganggu harga diri seseorang, tetapi juga membuat orang lain tidak menyukai kita.
Contoh : “ Kalau bapak punya pengertian seperti itu tenteng produk kami, itu salah pak”, kita bisa mengatakan “ Maaf kalau bapak punya pendapat seperti itu tentang produk kami, kalau boleh kami selaskan yang sebenarnya adalah….’.
Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.
Cara ini adalah cara tercepat untuk membangun citra positif mengenai diri kita. Terlebih lagi, bukankah pekerjaan kita membutuhkan bantuan dan usaha dari orang lain ? Usaha mereka memberi Konstribusi pada keberhasilan kita sama seperti kita juga berkonstribusi pada keberhasilan mereka. Bukankah sudah selayaknya kita menghargai konstribusi mereka?
Contoh : “Wah ibu seorang guru yang punya dedikasi, tidak dihitung-hitung kalau untuk kemajuan muridnya” atau “ bapak memang sangat perhatian pada putra-putrinya”.
Bangunlah keinginan/kemauan untuk berhasil dalam diri orang lain
Sebagai orang professional, kita selalu dalam situasi dimana kita menjual ide kepada orang lain. Orang melakukan sesuatu karena kepentingan mereka. Bukan kepentingan kita. Bila kita jelaskan bahwa ide kita dapat membuat mereka berhasil, kita akan terkejut melihat betapa banyak yang mau kerjasama dengan kita.
Contoh : “Dengan …..ibu akan lebih menghemat waktu ibu karena kemudahan penggunaanya sehingga ibu akan lebih memiliki waktu untuk melakukan pekerjaan lain yang mungkin sekarang sering tertunda”.
Berilah perhatian yang sungguh-sungguh pada orang lain.
Terlepas dari banyaknya asset fisik yang dimiliki organisasi kita, tetap saja orang yang bekerja didalamnya yang membuat berhasil. Orang adalah asst kunci dari setiap organisasi dan seharusnya mengenal orang-orang dalam organisasi kita sama pentingnya dengan mengenal aspek teknis dari pekerjaan kita. Kuncinya adalah memberi perhatian yang sungguh. Jangan berpura-pura dengan mencoba mengenal orang lain demi keuntungan kita sendiri. Mengenal orang lain adalah proses saling menguntungkan.
Contoh : Ketika prospek berbicara, ekspresi dan pandangan mata focus kearah prospek Ulangi kata penting dengan kalimat anda sendiri misalnya “jadi putra bapak hanya 3 tahun menyelesaikan studinya?”.
Senyum
Apakah kita disukai orang-orang disekitar kita, kita tidak tergantung pada situasi, tetapi pada perilaku kita sendiri. Hubungan baik dalam dunia bisnis diciptakan oleh hal hal yang dianggap sepele.
Contoh : Saat prospek datang atau ketika mereka melihat kita saat pameran, beri senyuman.
Ingatlah bahwa nama seseorang bagi pemiliknya, merupakan bunyi yang paling merdu dan paling penting dalam segala bahasa.
Hal ini menjadi sangat penting saat kita berurusan dengan orang – orang yang tidak sering kita temui. Rasa hormat dan penerimaan dapat didasarkan atas hal-hal yang sederhana mengingat nama orang lain dan menyebutnya saat kita berinteraksi dengan yang bersangkutan.
Contoh : Sebut nama kita dulu lalu Tanya nama saat pertama kita bertemu, dan sebut namanya dalam pembicaraan.
Jadilah pendengar yang baik.
Doronglah orang lain untuk bicara banyak tentang dirinya sendiri. Suatu bisnis bergerak atas dasar informasi dan apalagi cara terbaik untuk mengetahui banyak hal selain dengan cara mengutip prinsip ini. Kita harus mendengarkan orang lain dengan seluruh keberadaan kita. Cara kita mendengarkan orang lain mencerminkan pikiran kita.
Contoh : Hindari memotong pembicaraan. Ajukan pertanyaan.
Berbicaralah sesuai dengan minat orang lain.
Hampir setiap saat kita memikirkan tentang diri kita sendiri. Marilah kita ciptakan hubungan bisnis yang lebih baik dengan berhenti memikirkan tentang diri dan kepentingan kita untuk sementara waktu dan bicaralah tentang apa yang dipikirkan lawan bicara kita.
Contoh : Cari apa yang menjadi minat prospek, berbicaralah tentang hal itu sebelum anda menjual.
Cobalah dengan sejujurnya membuat agar orang lain merasa dirinya penting dan lakukan dengan tulus.
Dengan menerapkan ini dalam interaksi sehari-hari kita dengan orang lain, maka kita menunjukkan bahwa kita menghargai konstribusi mereka dan kita membangun hubungan yang lebih solid sehingga kita dapat dengan lebih baik dalam menghadapi tekanan sehari-hari.
Contoh : Saat prospek datang ke outlet, kita bukakan pintu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar