Lima kebiasaan salesman yang disukai pelanggan
Penampilan Fisik : Faktor ini menyangkut tata busana dan tata rias seperti kemeja, celana, dasi, sepatu, model rambut, kerapihan dan kebersihan. Faktor penting disini antara lain keserasian, potongan, mutu, dan ketepatan.
Salesman adalah warga bisnis normal yang takbersedia kehilangan kesempatan bisnis hanya karena ganjalan penampilan. Penampilan yang efektif akan mempermudah dan mendukung tugas-tugas bisnisnya dan karena itu layak diperhatikan dan di beri anggaran sewajarnya, adalah ekstensi kepribadian kita, sebagian atau seluruhnya merupakan visualisasi inti kepribadian kita yang terdalam.
Keramah tamahan visual : Keramah tamahan perlu divisualisasikan, dibuat nyata, melalui ekspresi bahasa verbal maupun non verbal. Berikut ini adalah contoh-contoh keramahtamahan visual :
· Senyum : Senyum adalah bahasa universal yang mengatakan “Saya senang pada Anda!”. Jadi bila Salesman tersenyum menyambut seorang calon pembeli maka dia merasa disambut, disukai, diharapkan dan diterima. Secara Psikologis, hal ini akan sangat membuat dia merasa nyaman ditengah suasana asing bersama salesman.
· Gesture – Bahasa tubuh : Mimik wajah yang senang, simpatik disertai tangan yang menyambut dan badan yang condong terhadap calon pembeli mengkomunikasikan bahwa kita menyenangi dia. Hasilnya terjadi kedekatan hati seketika antara Salesman dan prospek. Jagalah ekspresi wajah dan gerak tubuh anda sehingga memberi kesan anda senang dengan kehadiran si prospek.
· Suara : Balita, walaupun belum mampu berbicara ternyata sudah mampu membedakan nada suara saying, suka, atau lembut dengan nada suara yang marah, jengkel, atau bosan dari orang tuanya.
Apalagi prospek bisnis kita, mereka sangat tahu membedakan nada dan warna suara yang senang dan tidak senang, menyambut dan acuh, perhatian tulus atau terburu-buru, penuh pengertian atau jengkel, mau membantu atau malas, jagalah suara anda sehingga prospek anda menangkap bahwa anda ramah, antusias, dan menghormati.
· Ringan tangan (helpfulness) : Prospek kita terutama mereka yang baru pertama kali ingin membeli, seringkali terkesan rewel. Pertanyaannya banyak dan terlalu biasa, pertanyaannya bias bermacam-macam dan disana-sini menampilkan keraguan dan kecurigaan. Sabar dan ringan tangan dalam menjawab, memberi keterangan dan menolong prospek akan sangat m emberi kesan positif bagi prospek.
· Menyenangkan Prospek : “Ailahkan duduk Pak!”, “Nama saya Jono, ini kartu nama saya”, Apa yang bias saya Bantu”, Terima kasih sudah dating di Outlet kami”, adalah contoh-contoh kalimat dan penawaran yang pada umumnya membuat prospek merasa senang terhadap pribadi Salesman. Intinya adalah melayani prospek dengan prima, tulus dan antusias.
Sikap positif terhadap Prospek : Secara umum sikap positif terhadap prospek adalah perasaan dan pikiran positif yang kita punyai mengenai prospek tersebut, yang kita nyatakan lewat perkataan dan perbuatan yang positif pula.
Sikap positif memiliki daya pikat yang mujarab karena ia memuaskan dahaga prospek akan rasa hormat yang tulus, pertolongan yang professional dan pelayanan yang tuntas dan cepat.
Kehangatan pribadi seorang Salesman adalah juga produk dari sikap Optimisme dan antusiasmenya yang ditopang oleh tekad untuk sukses dan kegigihannya mengatasi hambatan.
Antusiasme : Antusiasme barangkali merupakan kualitas kepribadian yang paling memiliki daya pengeruh terhadap orang lain karena penampakannya yang sangat ekspresif dalam tiga dimensi: Visual, kinestetik dan auditif.
Tokoh-tokoh salesman klasik seperti Dale Carnigie, Frank Bettger dan Percy Whitting, tanpa kecuali menyebut antusiasme adalah kunci keberhasilan mereka dalam menjual. Joe Girard, The world’s gratest car salesman menurut Guiness Book of The World’s Records, Menyatakan bahwa intisari falasafaf menjualnya adalah love your costumers (cintailah pelangganmu) dan itu artinya antisiaslah menghadapi pelanggan, karena salah satu definisi antusiasme adalah love in action (cinta yang dinyatakan lewat tindakan).
Antusiasme memang bagaikan cahaya yang merambatkan kehangatan dan terang yang selain memikat dan memukau, ia juga menular, Salesman yang antusias mempengaruhi prospek untuk juga lebih antusias.
pdan keadaan sekitarnya, serta percaya diri.
Dalam bidang bisnis Salesman, hal yang sama juga berlaku, yaitu bahwa Salesman yang serba tahu (knowledgable) tentang produknya akan lebih mantap, menguasai situasi menjualitu sendiri dan percaya diri. Jadi berhadapan dengan orang yang serbatahu tentang dunia bisnis adalah sangat menyenangkan, memuaskan dan mendatangkan rasa aman.
Karena itu Salesman Profesional selalu melengkapi dirinya dengan semua informasi yang terkait dengan produknya bik aspek teknis, organisasasi, komersial, pelayanan purna jual, kompetisi dan sebagainya.
Selasa, 19 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar