Selasa, 19 Mei 2009
STRATEGI UNTUK MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI
Strategi-strategi berikut ini mungkin dapat membantu mengatasi pola pikir self defeating.
1. Mengambil resiko
Anggaplah pengalaman baru lebih sebagai kesempatan untuk belajar dari pada sebagai kesempatan untuk menang atau kalah. Melakukan hal ini akan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk Anda dan dapat meningkatkan rasa penerimaan diri. Tidak melakukan ini akan dapat mengubah seiap kemungkinan menjadi peluang gagal dan menghambat pertumbuhan pribadi.
Contoh :
Selama ini hanya berani negosiasi dengan pembeli yang strata sosialnya sama tetapi kurang berani mencoba menghadapi pembeli yang strata sosialnya lebih tinggi.
2. Gunakan metode Self talk
Gunakan metode self talk untuk melawan asumsi-asumsi yang merusak. Cobalah menghentikan pikiran-pikiran negative dan gantilah dengan asumsi-asumsi yang lebih masuk akal. Sebagai contoh, ketika anda menyadari bahwa anda tidak dapat melakukan segala sesuatu secara sempurna dan hal itu hanya mungkin untuk dicoba, anda juga harus mengingatkan diri sendiri bahwa ada banyak hal yang telah anda lakukan dengan baik. Hal ini akan memungkinkan an da untuk menerima diri anda sendiri sembari anda berjuang keras untuk maju.
Contoh :
Mengatakan pada diri sendiri “Aku bias !”, “Aku dahulu bias sekarang pasti juga bisa!”.
3. Mengevaluasi diri sendiri
Belajarlah mengevaluasi diri anda secara bebas dan beri bobot pada apa yang anda anggap dibandingkan yang orang lain anggap. Dengan melakukan hal ini maka anda akan terhindar dari perasaan kacau yang timbul akibat mengandalkan pendapat orang lain semata. Dengan memusatkan pada perasaan mengenai perilaku pekerjaaan anda sendiri dan lain-lain akan memberi anda rasa diri yang kuat dan akan mencegah anda dari kepasrahan kepada orang lain.
Contoh :
Mengapa aku 1 Bulan terakir ini kurang berhasil ? Apakah aku puas diri ?
4. Menunjukkan kekuatan diri
Berilah penghargaan untuk diri sendiri atas semua hal yang perna anda coba dengan berfokus pada apa yang dapat anda lakukan maka anda akan lebih menghargai diri sendiri atas usaha yang telah dilakukan dari pada menekankan pada hasil akhirnya. Memulai dengan mendasarkan pada apa yang seharusnya anda lakukan akan membantu anda hidup dengan ikatan-ikatan dan batasan-batasan yang tak terhindarkan.
Contoh :
- Selama ini aku selalu berhasil mencapai target.
- Aku mampu negosiasi dengan orang yang bertemperamen keras.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar